Bitcoin Anjlok ke US$77.213, Harga Minyak Tembus US$100 Jadi Biang Kerok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bitcoin (BTC) turun menjadi US$77.213 (Rp1,36 triliun per koin) pada Jumat (11/9/2026) siang, melemah 0,68% dalam 24 jam dan 4,51% secara harian. Namun, dalam 30 hari kakepan Bitcoin masih naik 21,55% dengan kapitalisasi pasar Rp27,35 triliun dan volume transaksi Rp535,32 miliar. Penurunan terjadi akibat tekanan pasar saham AS dari inflasi tinggi dan lonjakan harga minyak. Harga minyak WTI menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 21 Mei, sementara Brent melonjak di atas US$105 per barel. Kenaikan minyak memperparah kekhawatiran inflasi dan menarik investasi ke obligasi dengan imbal hasil 30 tahun mencapai 5,353% (tertinggi sejak 2007).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.53
Harga Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.53
Video: Bunga Obligasi AS Melonjak, Bond Viligante " Hantui: Trump?
JawaPos · 11 September 2026 pukul 10.15
IHSG Melemah Dipicu Naiknya Harga Minyak dan Ekspektasi "hawkish" Fed
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 07.50
Harga Minyak Dunia Menyala, Seberapa Kuat Benteng APBN Menahan Beban?
Berita terkait
Bitcoin Tembus US$80.802, Harapan Suku Bunga Fed Jadi Bahan Bakar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.30
2 Sentimen Pengaruhi Rupiah Melemah ke Rp 17.590 terhadap Dolar AS Hari Ini
JawaPos · 11 September 2026 pukul 07.30
Harga Minyak Tembus US$105 per Barel, Pasar Obligasi dan Saham Terguncang
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.00
Bitcoin Melemah 0,89%, Usai Harga Minyak Tembus US$101 per Barel
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.30