Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bos BI: Kami Tetap Concern dengan Pertumbuhan Ekonomi

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa bank sentral tetap memperhatikan pertumbuhan ekonomi meski telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen sejak awal tahun 2020. Kenaikan ini merupakan respons atas dinamika global, namun berpotensi menahan laju permintaan kredit dan pertumbuhan ekonomi karena suku bunga perbankan ikut naik.

Destry menjelaskan bahwa BI tidak hanya mengandalkan instrumen kebijakan moneter. Bank sentral juga memiliki instrumen makroprudensial dan sistem pembayaran yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah suku bunga tinggi. Salah satu langkah yang diambil adalah penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas dan Makroprudensial (KLM) yang berlaku mulai 1 September. Kebijakan ini memberikan insentif pengurangan kewajiban giro bagi bank yang menjaga rasio kepemilikan surat berharga di bawah 19 persen dari total pendanaan, serta meningkatkan besaran insentif KLM dari sebelumnya maksimal 5,5 persen menjadi 6 persen dari dana pihak ketiga.

Tahun ini, BI memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 5,11 persen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait