Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga FenomenaMakan Tabungan

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan dalam konferensi pers KSSK bahwa per akhir Juli 2026 terdapat 10 BPR yang telah dicabut izin usahanya, dengan 18 BPR-BPRS dalam proses likuidasi. LPS membayar klaim penjaminan dengan cepat, yakni 70% rekening nasabah sudah dibayarkan dalam 5 hari sejak pencabutan izin.

Anggito menanggapi tren penurunan rata-rata tabungan pada segmen di bawah Rp100 juta yang memunculkan kekhawatiran fenomena "makan tabungan". Berdasarkan data dari 696 juta rekening yang dikumpulkan bersama OJK, BI, dan Kemenkeu, LPS menegaskan seluruh segmen simpanan tetap tumbuh. Simpanan di bawah Rp100 juta tumbuh 5,16% dan di bawah Rp5 juta tumbuh 7,36% secara tahunan.

Terkait kontraksi Mandiri Saving Index sebesar 5,7%, Anggito menjelaskan perbedaan metodologi dengan data LPS. Data LPS bersifat agregat dari seluruh rekening dan menunjukkan pertumbuhan di semua lapisan simpanan, termasuk di atas Rp5 miliar yang menjadi pendorong utama DPK dengan pertumbuhan 15,44% per tahun. LPS tidak mengkaji dampak konsumsi dari fenomena tersebut karena fokus pemantauan hanya pada perkembangan tabungan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait