Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga Fenomena Makan Tabungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan data terkini dalam konferensi pers KSSK. Per Juni 2026, 18 BPR-BPRS dalam proses likuidasi, dengan 8 izin usaha dicabut di semester I-2026, meningkat menjadi 10 BPR hingga akhir Juli 2026. LPS menunjukkan kinerja cepat dalam pembayaran klaim penjaminan, mencapai 70% rekening nasabah dalam 5 hari setelah pencabutan izin usaha.
Mengenai tren simpanan, data LPS dari 696 juta rekening mengungkapkan pertumbuhan di semua segmen secara tahunan. Simpanan di bawah Rp5 juta tumbuh 7,36%, di bawah Rp100 juta tumbuh 5,16%, dan di atas Rp5 miliar tumbuh 15,44%, menyanggah fenomena "makan tabungan" secara agregat. Anggito menegaskan bahwa meskipun secara individu ada nasabah yang menggunakan tabungannya, seluruh segmen simpanan tetap mengalami peningkatan.
Terkait kontraksi Mandiri Saving Index sebesar 5,7% yang berbarengan dengan kenaikan indeks pinjaman 24%, Anggito menjelaskan perbedaan metodologi karena Mandiri Index menggunakan basis perhitungan sejak Januari 2022, berbeda dengan data pertumbuhan tabungan LPS yang berbasis data aktual dari seluruh rekening nasabah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 07.34
Tabungan Warga RI di Atas Rp5 Miliar Melonjak 15,44%, LPS Beberkan Rinciannya
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 06.53
LPS Bantah Fenomena Masyarakat 'Makan Tabungan', Apa Alasannya?
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 11.03
LPS Catat 18 Bank dalam Proses Likuidasi hingga Juni 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.00
LPS Tutup 7 BPR Sejak Awal Tahun, 18 Lagi Menyusul
Berita terkait
Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga FenomenaMakan Tabungan
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.25
Purbaya Beri Sinyal Tarik Pajak Baru Tahun Depan
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
LPS Ingatkan Nasabah Tak Tergiur Bunga Tinggi
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.30
Purbaya Bersiap Terapkan Pajak Baru 2027, Simak
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 06.30