Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga Fenomena Makan Tabungan

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan data terkini dalam konferensi pers KSSK. Per Juni 2026, 18 BPR-BPRS dalam proses likuidasi, dengan 8 izin usaha dicabut di semester I-2026, meningkat menjadi 10 BPR hingga akhir Juli 2026. LPS menunjukkan kinerja cepat dalam pembayaran klaim penjaminan, mencapai 70% rekening nasabah dalam 5 hari setelah pencabutan izin usaha.

Mengenai tren simpanan, data LPS dari 696 juta rekening mengungkapkan pertumbuhan di semua segmen secara tahunan. Simpanan di bawah Rp5 juta tumbuh 7,36%, di bawah Rp100 juta tumbuh 5,16%, dan di atas Rp5 miliar tumbuh 15,44%, menyanggah fenomena "makan tabungan" secara agregat. Anggito menegaskan bahwa meskipun secara individu ada nasabah yang menggunakan tabungannya, seluruh segmen simpanan tetap mengalami peningkatan.

Terkait kontraksi Mandiri Saving Index sebesar 5,7% yang berbarengan dengan kenaikan indeks pinjaman 24%, Anggito menjelaskan perbedaan metodologi karena Mandiri Index menggunakan basis perhitungan sejak Januari 2022, berbeda dengan data pertumbuhan tabungan LPS yang berbasis data aktual dari seluruh rekening nasabah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait