Dapat Suntikan Rp20 Triliun, BPJS Kesehatan Masih Dibayangi Defisit Rp2 Triliun Tiap Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menyuntikkan tambahan dana Rp20 triliun dari APBN untuk BPJS Kesehatan tahun ini, disetujui oleh Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, untuk menjaga ketahanan keuangan hingga 2026–2027. Dana ini diharapkan membantu menutupi defisit harian yang dialami BPJS Kesehatan, yang mencapai Rp2 triliun per bulan. Direktur BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan, pengeluaran bulanan mencapai Rp16,5 triliun, sementikan iuran hanya Rp14 triliun. Namun, tambahan dana ini hanya solusi jangka pendek. Koordinator BPJS Watch Timbul Siregar menekankan bahwa defisit dan mismatch antara penerimaan dan pengeluaran JKN tetap perlu penyelesaian sistemik. Ia menyarankan kenaikan iuran sebagai salah satu langkah jangka panjang agar keberlanjutan program JKN dapat terjaga di masa mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 08.17
BPJS Kesehatan Disuntik Dana Rp20 T dalam Dua Bulan, Ini Alasan Menkeu
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 20.42
Dana Rp20 triliun untuk BPJS cair bertahap Oktober-November
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.36
52 Juta Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif
Detik.com · 28 September 2026 pukul 19.51
BPJS Kesehatan Disuntik Rp 20 Triliun, Cair Oktober & November
Berita terkait
Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik di 2027
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 05.20
BPJS Watch Dorong Iuran PBI Naik dan Tunggakan JKN Dihapus
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 19.49
BPJS Kesehatan Medan Dorong Media Perkuat Edukasi Layanan JKN
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 22.30
Presiden Prabowo Bahas Penguatan BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Tambahan Rp20 Triliun
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.28