Denny Indrayana Telusuri Jejak Sekolah Gibran, Jawaban yang Didapat Bikin Buntu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Denny Indrayana, salah satu pemohon dalam perkara PHPU terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka, mengaku telah mengirimkan surat kepada beberapa lembaga pendidikan yang diduga pernah menjadi tempat Gibran belajar, namun tidak berhasil mendapatkan dokumen pendukung. Surat pertama dikirim ke dua sekolah di Singapura, yaitu Orchid Park Secondary School dan Management Development Institute of Singapore (MDIS), tetapi keduanya tidak memberikan respons. Selanjutnya, Denny juga menghubungi UTS Insearch (sekarang UTS College) di Australia untuk meminta bukti bahwa Gibran pernah mengikuti pendidikan di sana. Namun, pihak UTS Insearch menolak memberikan informasi dengan alasan bahwa data pendidikan Gibran termasuk data pribadi yang dilindungi oleh Privacy Act di Australia. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari proses pengumpulan bukti dalam gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan pelantikan Gibran sebagai Wakil Presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 21.22
Denny Indrayana Akui Kirim Surat ke Sekolah di Singapura dan Australia Buat Buktikan Keabsahan Pendidikan Gibran
JawaPos · 30 September 2026 pukul 20.15
Denny Indrayana Minta Gibran Didiskualifikasi: Tidak Bisa Tunjukkan Ijazah SMA Sederajat
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 19.30
Denny: Dokumen Pendidikan Gibran Hanya Penyetaraan, Bukan Ijazah
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 18.44
Gugatan Soal Ijazah Gibran Jadi Kesempatan MK Lunasi Utang Putusan 90
Berita terkait
Denny Indrayana Telusuri Sekolah Gibran, Jawaban yang Didapat Bikin Buntu
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 10.15
Denny Indrayana: Tak Ada Satu Pun Bukti Syarat Pendidikan Gibran di Berkas KPU
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 08.00
Jokowi Klaim Pendidikan Gibran Jelas, Denny Indrayana: Mana Bukti Tamat SMA?
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 15.42
Babak Baru Gugatan Gibran di MK, Dua Menteri Ikut Diseret dalam Sidang Pembuktian!
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.00