Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Diakui Israel, Iran Lipat Gandakan Produksi Senjata

Iran mengklaim produksi senjatanya meningkat dua kali lipat dalam setahun terakhir, terutama sejak Juni 2025, di tengah sanksi Barat dan ancaman militer AS. Pengalaman Iran dalam Perang Dua Belas Hari menjadi pelajaran penggunaan persenjataan dan mendorong pengembangan teknologi pertahanan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menyatakan sanksi yang berlangsung puluhan tahun mendorong penguatan industri pertahanan dalam negeri melalui partisipasi perusahaan swasta dan berbasis pengetahuan. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada impor senjata asing.

Mayor Jeneral Ahmad Vahidi, Panglima IRGC, menegaskan Iran akan terus memperkuat kemampuan pertahanan dan ofensif. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menambahkan fokus pengembangan pada peningkatan presisi dan jangkauan persenjataan. Iran juga dilaporkan meningkatkan kerja sama militer dengan Rusia, termasuk pengiriman bahan peledak, amunisi, dan komponen drone melalui Laut Kaspia sejak 2026, serta dukungan intelijen dan teknologi drone.

Laporan media Israel menunjukkan Iran mampu mempertahankan dan meningkatkan produksi rudal balistik, yang mencapai sekitar 2.500 unit pada awal 2026, naik dari 1.300 unit pada Juni 2025. Kapasitas ini dipertahankan meski menghadapi serangan udara Israel dan AS, sebagai bagian dari strategi menghadapi kemungkinan konflik lanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait