Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dolar AS Kembali Tembus Rp 18.000, BI Siapkan Jurus Ini Perkuat Rupiah

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS, mencapai Rp 18.083 per dolar berdasarkan data Bloomberg. Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah melalui optimalisasi bauran kebijakan moneter. Direktur Eksekutif Senior BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan pihaknya tidak hanya mengandalkan suku bunga, tetapi juga memperkuat instrumen lain seperti triple intervention di pasar valas (Spot, NDF, DNDF) dan optimalisasi SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus menarik aliran modal asing.

BI juga memperkuat strategi menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan. Penerbitan SRBI ke depan akan diselaraskan dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan dukungan terhadap aliran modal asing. Selain itu, BI terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong pembiayaan ke sektor prioritas, serta memperkuat mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan. Digitalisasi sistem pembayaran juga diakselerasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Secara keseluruhan, BI berupaya menyeimbangkan stabilitas nilai tukar dengan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai instrumen kebijakan yang terkoordinasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait