Dolar Digdaya Jadi Rp18.000, Ekonom INDEF Mengendus Salah Satunya Dipicu oleh Pidato Seorang Presiden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kurs dolar Amerika Serikat kembali menembus level Rp18.000 per dolar, menandakan pelemahan rupiah yang mengkhawatirkan. Ekonom INDEF Berly Martawardaya menyatakan bahwa pelemahan ini bisa disebabkan oleh gabungan faktor, termasuk peningkatan impor akibat kenaikan harga migas, penurunan ekspor, serta capital outflow yang terlihat dari penurunan IHSG dan kenaikan T-bill rate. Ia juga menyebutkan adanya flight to safety pasar modal akibat ketegangan geopolitik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 12.31
Rupiah Tembus Rp 18.000, BI Buka Suara
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.04
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.02
Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi "Strong Dollar"
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 13.20
Rupiah Jatuh Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Tiga Jalur
Berita terkait
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.06
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.04
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.635
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.03
Harga Minyak Melonjak, BI Antisipasi Dampak ke Inflasi dan Nilai Tukar
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 12.38