Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Golkar Akui Nusron Wahid Berubah usai Terseret Dugaan Korupsi HGB: Dulu Berani Nantang Mahasiswa

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dinilai berubah menjadi lebih tertutup setelah terseret dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon di Kabupaten Bogor. Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisyam mengungkapkan keherannya atas perubahan sikap Nusron, yang dikenal sebelumnya sebagai figur terbuka dan berani berhadapan dengan publik, termasuk mahasiswa. Menurut Ridwan, Nusron dulunya tidak segan menantang wartawan atau publik, bahkan pernah mengajak dialog dengan mahasiswa saat aksi demo. Namun kini, sikapnya berubah drastis, sekaligus dengan Nusron tidak lagi mengikuti konferensi pers atau berinteraksi dengan media.

Kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jabodetabek pada 14 September 2026, yang menyebabkan penetapan delapan tersangka. Empat dari mereka adalah orang kepercayaan Nusron, yaitu Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Erwin, dan Muhammad Fakhry. KPK juga menetapkan dua tersangka dari Kementerian ATR/BPN, yakni Lampri dan Sontang Coin Manurung, serta dua tersangka dari pihak swasta, Adrianto Pitojo Adhi dan Rizal Pahlevi. Dalam operasi tersebut, aparat menyita uang tunai senilai Rp106,3 miliar yang disimpan dalam 20 koper dan kardus.

Meskipun terlibat kasus ini, Nusron belum ditetapkan sebagai tersangka atau dipanggil untuk pemeriksaan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan menyusun konstruksi perkara. Setiap langkah, termasuk pemanggilan saksi, akan disampaikan ke publik sesuai kebutuhan penyidikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait