Hadirkan CFX Cryptalk, Ekosistem CFX Dorong Sinergi Regulator dan Pelaku Industri Aset Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) menggelar Coinfest Asia 2026 di Bali sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem aset keuangan digital Indonesia. Dalam kesempatan ini, CFX bersama PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) memaparkan komitmen mereka untuk mendukung pertumbuhan industri kripto yang patuh regulasi, aman, dan berkelanjutan.
CFX Cryptalk Vol. 2.0 digencarkan sebagai forum diskusi dua arah antara penyelenggara infrastruktur dan anggota bursa, dengan partisipasi regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komisi XI DPR RI. Forum ini membahas implikasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) terhadap operasional industri, termasuk dinamika, tantangan, dan pertanyaan terkait penyesuaian regulasi.
Selain itu, CFX juga mengadakan CFX Seaside Mixer, sebuah acara networking eksklusif yang menghubungkan legislator, regulator, pelaku industri, penyedia teknologi, dan investor institusi. Kedua agenda ini diharapkan menjadi masukan bagi kebijakan turunan dan pengawasan adaptif, sekaligus membangun fondasi kepercayaan publik terhadap aset keuangan digital di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 14.30
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFX Mendorong Sinergi Regulator dan Pelaku Industri Aset Digital
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 20.45
Dari Stablecoin hingga UU P2SK, CFX Ungkap Agenda Besar Industri Kripto Indonesia
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 15.01
Ekosistem CFX Mendorong Sinergi Regulator dan Pelaku Industri Aset Digital
Berita terkait
Said Komisi XI Nilai Pembentukan Omnibus Law Baru Sektor Keuangan Belum Diperlukan
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 19.04
Said Abdullah: RUU Omnibus Law Sektor Keuangan Baru Belum Diperlukan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.18
Said Abdullah Nilai RUU Omnibus Law Sektor Keuangan Belum Diperlukan
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.08
Said Abdullah Tegaskan Pembentukan RUU Omnibus Law Baru Belum Diperlukan
kumparan · 23 September 2026 pukul 13.23