Harga Minyak Dunia Turun Lagi ke US$87 usai AS Tunda Serang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia turun ke US$87 per barel setelah AS menunda serangan ke Iran, memunculkan harapan penyelesaian diplomatik. Brent turun 0,6% ke US$87,82, WTI turun 0,8% ke US$81,95. Presiden Trump menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan baik, namun serangan militer bisa kembali jika negosiasi gagal. Analis IG Tony Sycamore mengatakan meredanya ketegangan mengurangi tekanan harga, tetapi situasi masih dinamis. Ancaman Houthi di Selat Bab el-Mandeb dan penurunan lalu lintas kapal di Laut Merah serta Selat Hormuz masih membayangi. Ekspor minyak melalui Selat Hormuz turun drastis dari 5,9 juta barel/hari menjadi 2,9 juta barel/hari. Permintaan global, terutama Asia, masih lemah. Di AS, persediaan minyak mentah diperkirakan menyusut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 07.49
Harga Minyak Merosot Hampir 5%, Ini Penyebabnya
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 08.53
AS Mulai Serang Iran Habis-habisan, Ledakan Terdengar di Sejumlah Titik
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 21.30
Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 08.03
Panas Lagi! Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Timteng
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Naik ke US$87,16 usai AS Ancam Blokade Iran
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.05
Trump Siapkan 'Mesin Pembunuh Baru' Iran, Selat Hormuz Makin Ngeri
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Mendidih Lagi Dekati US$ 85/Barel
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 07.30
Negosiasi Selat Hormuz Ulet, Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih Lebih 1%
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 07.47