Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Industri Kripto Cepat Tumbuh, Ini Alasannya

Industri blockchain dan aset kripto Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru. Pertumbuhan ini didorong penguatan regulasi serta perluasan pemanfaatan teknologi blockchain, termasuk tokenisasi aset dunia nyata (RWA), tokenisasi kekayaan intelektual, dan pembangunan infrastruktur digital. Pengawasan aset kripto telah beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui pendekatan soft landing yang dinilai berjalan relatif baik.

CEO Indodax William Sutanto menyatakan fase berikutnya perlu diarahkan pada penguatan ekosistem, integrasi dengan lembaga jasa keuangan, serta regulasi yang memberi ruang inovasi sekaligus melindungi konsumen. Kemampuan mengakomodasi inovasi dinilai penting agar pelaku domestik dapat tumbuh dan berkompetisi di tingkat global. Ia menilai bertambahnya exchange berizin positif bagi pilihan konsumen, namun memperingatkan bahwa volume perdagangan kripto global sedang menurun. Jika jumlah pelaku bertambah tanpa pertumbuhan volume pasar yang sejalan, konsolidasi industri bisa terjadi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan blockchain memungkinkan aset seperti surat berharga, komoditas, emas, properti, dan infrastruktur direpresentasikan secara digital dalam unit lebih kecil, sehingga memperluas akses investasi bagi investor kecil hingga besar. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menambahkan blockchain dan Web3 dapat memperkuat pengelolaan kekayaan intelektual Indonesia, termasuk kebijakan, perizinan, royalti, dan model pembiayaan berbasis IP, dengan tetap menjaga kepastian hukum dan perlindungan konsumen.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait