Industri Motor Listrik Minta Kepastian Aturan, Bukan Sekadar Insentif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri motor listrik mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian regulasi teknis daripada sekadar insentif finansial. Ketidakpastian aturan mengenai besaran bantuan, spesifikasi baterai, dan kriteria kendaraan menghambat keputusan bisnis produsen serta minat beli konsumen, yang berisiko merusak ekosistem industri.
CEO Mimo Mobility, Triharsa Adicahya, menekankan bahwa dukungan pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada subsidi, tetapi juga pada kemudahan skema pembiayaan (financing). Mengingat daya beli masyarakat berada di kisaran Rp20-25 juta, kepastian aturan dan akses kredit yang kompetitif dianggap lebih krusial untuk pertumbuhan pasar jangka panjang dibandingkan bantuan tunai yang sering berubah-ubah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 16.46
Insentif Motor Listrik Tunggu Keputusan Menteri Keuangan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 06.05
Insentif Motor Listrik Belum Cair, Moeldoko Beri Kata-Kata Tak Terduga
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.20
Pemerintah Tebar Insentif Pajak Rp576 T di 2026, Ini Penerimanya!
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.05
Rp 576 T 'Lepas' dari Pungutan Pajak Tahun Ini, ke Mana Uangnya?
Berita terkait
OJK Ramal Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Dongkrak Pembiayaan Multifinance
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.55
Ekonom Ragu Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Berdampak Signifikan
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 12.20
Insentif Motor Listrik Dipangkas Jadi Rp3 Juta, Ini Dampaknya
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 09.40
Pemerintah Pangkas Insentif Motor Listrik dari Rp 5 Juta jadi Rp 3 Juta, Ekonom Acungi Jempol
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 20.00