Industri Tekstil Terancam Kolaps
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366098/original/054586600_1791251836-email-attachment_2026_10_06_ariefhakim-at-klyid_dirundung-tekanan-pengusaha-sebut-industri-tekstil-berpotensi-rontok_1000463784.jpg)
Sektor tekstil Indonesia diancam kolaps karena tekanan geopolitik global, kenaikan harga bahan baku impor, dan produk jadi impor ilegal. API menilai RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dan pembatasan outsourcing (maklun) akan memperburuk kondisi. Pengusaha khawatir regulasi ketat menghambat ekspansi, terutama bila penjualan stagnan. Meski ekspor semester I 2026 membaik, para pelaku ekonomi pesimis 2027 jika kebijakan diterapkan. Ketergantungan pada bahan baku impor dan ketidaklengkapan mesin di hulu-hilir memperparah risiko.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 21.10
Pengusaha Tekstil Takut RUU Ini Getol Sanksi Pidana-Investor PMA Lari
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 20.40
Pabrik Tekstil Makin Kolaps 1-2 Tahun ke Depan Jika RUU Ini Disahkan
Berita terkait
Pembatasan Bidang Outsourcing RUU Ketenagakerjaan Bisa Ganggu Bisnis Tekstil
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 20.50
Industri Tekstil Bakal Dapat Keringanan Pajak
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 08.55
Pemerintah Siapkan Opsi Pembebasan PPN Outsourcing di Industri Tekstil
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.23
Pengusaha Cemas RI Terancam Alami Kemunduran, Ternyata Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 13.10