Pezeshkian: Iran Hadapi Kondisi Terburuk Perang Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya sedang menghadapi kondisi terburuk dalam perang ekonomi akibat tekanan sanksi internasional, terutama yang diberlakukan Amerika Serikat sejak 2018. Meskipun demikian, Pezeshkian memastikan seluruh proyek pembangunan nasional tetap berjalan, dan menilai capaian ini sebagai simbol ketangguhan bangsa Iran. Ia menyoroti bahwa publik cenderung fokus pada eskalasi militer sementara hantaman ekonomi sering diabaikan.
Untuk mengatasi beban ekonomi, Pezeshkian menyatakan optimisme bahwa Iran mampu melampaui krisis melalui solidaritas masyarakat, akuntabilitas pejabat, dan partisipasi sektor swasta serta investor. Tekanan ekonomi ini merupakan akibat kebijakan "maximum pressure" AS yang menargetkan ekspor minyak, sektor perbankan, dan jaringan perdagangan Iran.
Di sisi lain, Iran juga mengancam membalas negara yang ikut serta dalam perang ekonomi AS, termasuk Tiongkok sebagai mitra strategis utama. Pakistan melaporkan kemajuan dalam mediasi konflik, sementara Jepang meminta jaminan navigasi bebas di Selat Hormuz. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, muncul pertama kali dalam lima bulan untuk membahas situasi dengan Pezeshkian. Iran saat ini secara de facto dalam konflik terbuka dengan AS dan Israel setelah serangan gabungan pada Februari lalu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.04
Sanksi Baru AS Bikin Warga Iran Antre Panjang di SPBU
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 21.37
Sanksi AS pada Iran Upaya Mencapai Apa yang Tak Bisa Dicapai Kekuatan Militer
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 11.22
Warga Iran Antre Beli BBM Usai AS Umumkan Sanksi Baru
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.14
AS Mulai Kepung Mitra Dagang Iran Lewat Dolar, Ini Korban Pertamanya
Berita terkait
Mampukah Iran Membalas Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS?
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.31
Peringatan Keras Iran Bagi yang Coba-coba Gabung Sanksi AS
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 07.12
Iran Ancam Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS: Akan Kami Anggap Musuh
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 13.00
China Pembeli Terbesar Minyak Iran, Apakah Sanksi AS Ancam Hubungan Kedua Negara?
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 09.00