Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pezeshkian: Iran Hadapi Kondisi Terburuk Perang Ekonomi

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya sedang menghadapi kondisi terburuk dalam perang ekonomi akibat tekanan sanksi internasional, terutama yang diberlakukan Amerika Serikat sejak 2018. Meskipun demikian, Pezeshkian memastikan seluruh proyek pembangunan nasional tetap berjalan, dan menilai capaian ini sebagai simbol ketangguhan bangsa Iran. Ia menyoroti bahwa publik cenderung fokus pada eskalasi militer sementara hantaman ekonomi sering diabaikan.

Untuk mengatasi beban ekonomi, Pezeshkian menyatakan optimisme bahwa Iran mampu melampaui krisis melalui solidaritas masyarakat, akuntabilitas pejabat, dan partisipasi sektor swasta serta investor. Tekanan ekonomi ini merupakan akibat kebijakan "maximum pressure" AS yang menargetkan ekspor minyak, sektor perbankan, dan jaringan perdagangan Iran.

Di sisi lain, Iran juga mengancam membalas negara yang ikut serta dalam perang ekonomi AS, termasuk Tiongkok sebagai mitra strategis utama. Pakistan melaporkan kemajuan dalam mediasi konflik, sementara Jepang meminta jaminan navigasi bebas di Selat Hormuz. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, muncul pertama kali dalam lima bulan untuk membahas situasi dengan Pezeshkian. Iran saat ini secara de facto dalam konflik terbuka dengan AS dan Israel setelah serangan gabungan pada Februari lalu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait