Mampukah Iran Membalas Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah mengambil langkah konkret untuk mengakhiri ancaman Iran dengan memutus sumber pendanaan Iran dan menerapkan sanksi baru. Presiden Trump menyebut seluruh ranjau telah dibersihkan dari perairan internasional di Selat Hormuz, sementara Iran mengancam akan membalas negara mana pun yang ikut dalam 'perang ekonomi' AS. Secara resmi, Iran menyatakan setiap negara yang memberlakukan pembatasan ekonomi akan dianggap sebagai musuh dan siap memberikan respons 'seismik'. Iran menyatakan respons akan dilakukan dalam tiga tahap: negosiasi pertama dengan negara yang bekerja sama dengan AS, serta ancaman menyerang kepentingan negara jika tidak menjauhi AS. Selat Hormuz, jalur strategis 1/5 ekspor minyak dunia, kini berada di bawah kendali Iran yang telah mengaktifkan blokade sebagai respons terhadap perang AS. Pakistan melaporkan kemajuan signifikan dalam mediasi pasca kunjungan Marsekal Asim Munir ke Teheran. Sanksi AS baru menyasar lima sektor ekonomi Iran: aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 05.41
AS Mau Bikin Iran KO, Teheran Balik Menantang
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.20
Peluru Iran Mulai Diarahkan ke Para Sekutu AS, Siapa Bakal Kena?
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 13.10
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Jika AS Melanjutkan Perang Ekonomi
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 11.00
Iran-Oman Bahas Koridor Sementara dan Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz
Berita terkait
Pasar Tunggu Sanksi AS ke Iran, Harga Minyak Turun ke US$92,34
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.25
Harga Minyak Turun ke US$93 Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.08
Peringatan Keras Iran Bagi yang Coba-coba Gabung Sanksi AS
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 07.12
Iran Hadapi Tekanan AS, Pezeshkian Klaim Rakyat Tetap Solid
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.45