Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Mulai Kepung Mitra Dagang Iran Lewat Dolar, Ini Korban Pertamanya

Amerika Serikat mulai memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menargetkan negara-negara yang masih menjadi mitra dagang Teheran, termasuk Irak. Washington menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah bank Irak yang diduga melakukan transaksi dengan Iran, serta menghentikan pengiriman US$500 juta dalam bentuk uang tunai ke Irak dan menangguhkan sebagian kerja sama keamanan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi AS untuk memanfaatkan dominasi sistem keuangan berbasis dolar guna menekan Iran dan negara yang mendukungnya.

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara eksplisit memperingatkan bahwa negara yang memberikan "jalur kehidupan" ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi. Irak menjadi target yang relatif mudah karena ketergantungannya terhadap sistem keuangan AS, dengan lebih dari US$100 miliar cadangan yang tersimpan di Amerika dan akses terbatas ke alternatif keuangan lain. Menurut ahli, tekanan ini meningkatkan biaya dan risiko transaksi keuangan antara Irak dan Iran.

Meskipun tekanan AS semakin ketat, perdagangan antara Irak dan Iran masih mencapai lebih dari US$10 miliar pada 2025, dengan Irak mengimpor gas alam sebesar US$4 miliar hingga US$5 miliar per tahun dari Iran. Ahli dari Chatham House dan Royal United Services Institute menilai bahwa Irak selama ini menjadi jalur penting bagi Iran untuk menghindari sanksi, namun keterbatasan ekonomi dan keuangan Irak membuatnya lebih rentan terhadap tekanan AS dibanding negara seperti China atau Turki.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait