Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kurs Rupiah Menguat Ditopang Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Kurs rupiah menguat 22 poin atau 0,12% menjadi Rp17.911 per dolar AS pada perdagangan Kamis (6/8/2026), dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.933. Penguatan dipicu turunnya harga minyak mentah dunia seiring optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak WTI turun dari US$86 menjadi US$74,60 per barel sejak Senin. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan AS dan Iran berpeluang mencapai kesepakatan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut pada Selasa atau Rabu (5/8/2026).

Selain sentimen global, rupiah juga didorong data ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi. Badan Pusat Statistik melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada triwulan II 2026, lebih tinggi dari perkiraan pasar 5,1%. PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp3.576,2 triliun, naik dari Rp3.396,6 triliun pada periode sama tahun lalu.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengingatkan pertumbuhan kuartal II belum tentu berlanjut, namun penurunan harga minyak akan meredakan tekanan fiskal dan rupiah. Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait