Lebih dari 1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut, Tumpuk Utang Rp26,4 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 1.028 perusahaan di Jepang bangkrut pada periode Juli 2026, meninggalkan utang total sebesar 236,6 miliar yen atau sekitar Rp26,4 triliun (asumsi kurs Rp111,75 per yen). Tokyo Shoko Research melaporkan peningkatan sebesar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total utang perusahaan yang melonjak 41,4 persen secara tahunan. Lonjakan utang ini sebagian besar dipengaruhi oleh kebangkrutan Zentoshin, perusahaan penyedia sistem transaksi kartu kredit asal Osaka yang menyatakan bangkrut pada Juli dengan utang mencapai 115,16 miliar yen (Rp12,87 triliun).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.40
Amerika Dalam Bahaya! Utang Menuju Rp 900 Kuadriliun-Segera Bangkrut?
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.05
Raksasa Amerika di Ambang Bangkrut, Jutaan Warga Nunggak Bayar Utang
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.05
COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.37
Rakyat Argentina Dililit Utang Buntut Kebijakan Efisiensi Presiden
Berita terkait
Tsunami Kebangkrutan, 1.000 Perusahaan Jepang Gulung Tikar
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 20.10
Jepang dan AS Bahas Yen, Sepakat Nilai Tukar Terlalu Rendah Jadi Masalah
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 16.30
Luhut Bicarakan Utang Whoosh Saat Temui Pejabat China di Beijing
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 23.14
Kelas Menengah Terjepit: Menyelamatkan Kelas Menengah dari Jurang "Turun Kasta"
kumparan · 19 September 2026 pukul 16.00