Lebih dari 1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut, Tumpuk Utang Rp26,4 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 1.028 perusahaan di Jepang bangkrut pada periode Juli 2026, meninggalkan utang total sebesar 236,6 miliar yen atau sekitar Rp26,4 triliun (asumsi kurs Rp111,75 per yen). Tokyo Shoko Research melaporkan peningkatan sebesar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total utang perusahaan yang melonjak 41,4 persen secara tahunan. Lonjakan utang ini sebagian besar dipengaruhi oleh kebangkrutan Zentoshin, perusahaan penyedia sistem transaksi kartu kredit asal Osaka yang menyatakan bangkrut pada Juli dengan utang mencapai 115,16 miliar yen (Rp12,87 triliun).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.05
COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.37
Rakyat Argentina Dililit Utang Buntut Kebijakan Efisiensi Presiden
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.15
Jumlah Perusahaan Bangkrut di Jepang Capai 1.028, Kurang Tenaga Kerja Jadi Sebab
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.18
Tsunami Kebangkrutan Hantam Jepang, 1.000 Usaha Tumbang 2 Bulan Beruntun
Berita terkait
Tsunami Kebangkrutan, 1.000 Perusahaan Jepang Gulung Tikar
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 20.10
Pemerintah RI Bayar Bunga Utang Rp650,3 Triliun pada 2027
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.15
1.000 Perusahaan Jepang Gulung Tikar per Juli 2026
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.50
1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut dalam Sebulan, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.02