Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Raksasa Amerika di Ambang Bangkrut, Jutaan Warga Nunggak Bayar Utang

Tingkat tunggakan utang di Argentina melonjak tajam, dengan sekitar 5,8 juta orang yang telah menunggak pembayaran selama lebih dari 90 hari. Di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei, kebijakan penghematan drakonian berhasil mengekang inflasi, namun justru memburukkan kemiskinan dan kesulitan keuangan rakyat. Stagnasi pendapatan dan kenaikan biaya hidup akibat pemotongan subsidi transportasi, gas, obat-obatan, dan kebutuhan poklain lainnya mendorong banyak keluarga ke tepi jurang. Dari total 46 juta penduduk, sekitar 21 juta tercatat memiliki pinjaman, dengan pinjaman pribadi dan kartu kredit menyumbang lebih dari 70% pinjaman yang macet.

Krisis ini dipasok oleh akses kredit mudah melalui platform digital seperti Mercado Pago, yang bahkan menawarkan pinjaman kepada remaja sejak usia 13 tahun. Bunga yang dikenakan mencapai 1.375 persen, menjerumuskan banyak orang ke dalam spiral utang. Pekerja sektor ekonomi lepas menjadi korban utama, dengan suku bunga mencapai 260 persen per tahun dan risiko kehilangan pekerjaan jika gagal membayar. Platform ini dituduh menjadi 'rentenir' yang memanfaatkan ketergantungan pekerja pada pendapatan harian.

Presiden Milei menolak tanggung jawab atas krisis ini, sementara para ahli seperti Presiden Banco Provincia menyatakan bahwa masalah ini bukan akibat keputusan individu, melainkan dampak dari kebijakan makroekonomi yang merusak pendapatan dan lapangan kerja. Beberapa pihak mengajukan pengaduan pidana terhadap CEO Mercado Libre atas tuduhan praktik riba.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait