Menhub Cari Jalan Tengah untuk Impor Bekas Demi Penuhi Kebutuhan KRL
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perhubungan mencari solusi pemenuhan kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL) melalui opsi impor bekas atau produksi dalam negeri oleh PT INKA. Langkah ini diambil karena jumlah penumpang terus meningkat, sementara terdapat kekurangan armada sekitar 25 unit dari total kebutuhan 105 unit. Pemerintah berupaya menyeimbangkan antara urgensi pemenuhan armada dan perlindungan industri kereta api domestik.
Pengadaan KRL impor direncanakan menggunakan skema hibah dengan biaya pengiriman yang ditanggung PT KAI. Pemerintah akan menyusun roadmap pengadaan dan melakukan asesmen teknis ketat, termasuk batas usia maksimal 20 tahun, guna memastikan keselamatan dan kelayakan jalan. Koordinasi antar-kementerian dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober untuk menentukan keputusan final.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.39
INKA Belum Sanggup, KAI Bisa Ambil Pilihan Impor KRL dari Jepang
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.56
Danantara Siap Suntik Modal INKA untuk Produksi KRL
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.56
Impor KRL Bekas Jepang, KCI Pakai Anggaran Sendiri
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 13.30
Mau Impor KRL Bekas dari Jepang, KAI: Itu Hibah, Bukan Jual Beli
Berita terkait
KAI Mau Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin Sebut Belum Ada Aturan
Detik.com · 30 September 2026 pukul 16.44
Desakan Anker: Pintu Impor KRL Bekas Jepang Kembali Dibuka
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 10.59
Desakan Angker: Pintu Impor KRL Bekas Jepang Kembali Dibuka
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 08.41
Terjadi Lagi Problematika Kereta INKA
Detik.com · 29 September 2026 pukul 07.00