Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mentan Temukan 13 dari 15 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Standar

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan bahwa dari 15 merek beras fortifikasi yang diuji di berbagai daerah, 13 di antaranya tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Harga jual beras fortifikasi ditemukan tidak wajar, dengan rata-rata Rp 22.665 per kilogram dan ada yang mencapai Rp 42.000 per kg, jauh di atas harga eceran tertinggi beras premium Rp 14.900 per kg. Hal ini dianggap merugikan konsumen, terutama kelas menengah ke bawah yang seharusnya mendapatkan beras terjangkau.

Berdasarkan standar SNI, beras fortifikasi wajib mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng dalam jumlah tertentu per 100 gram. Mentan memperkirakan potensi kerugian konsumen mencapai Rp 71,9 triliun, dengan asumsi konsumsi beras premium yang beralih ke fortifikasi. Biaya produksi tambahan untuk fortifikasi hanya sekitar Rp 700-1.000 per kg, sehingga harga seharusnya bisa lebih rendah dari beras premium.

Pengujian laboratorium sedang dilakukan untuk memastikan kualitas beras fortifikasi, dengan 3 lab sudah menghasilkan data bahwa 80% produk tidak sesuai standar. Kementerian Pertanian berencana menindaklanjuti temuan ini untuk melindungi konsumen dan menjaga integritas program fortifikasi pangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait