Ngeri! Trump Ancam Bom Oman, Yield Obligasi AS Tembus Rekor 19 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah Iran menyita kapal tanker minyak di Selat Hormuz, mendorong harga minyak mentah Brent naik ke sekitar US$91 per barel. Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom Oman jika negara itu menghalangi upaya damai dengan Iran, menambah kekhawatiran di pasar global. Selain itu, Iran telah agresif menyerang kapal tanker di selat tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Gejolak ini berdampak pada pasar obligasi AS, di mana yield Treasury tenor 30 tahun ditutup pada 5,31%, level tertinggi dalam 19 tahun. Yield tenor 10 tahun juga naik ke 4,725%. Investor mencermati data ekonomi lemah, termasuk penjualan ritel China yang hanya tumbuh 0,6% secara tahunan pada Juli, di bawah ekspektasi. Data penjualan ritel AS sebelumnya juga mengecewakan, sehingga fokus beralih ke laporan keuangan ritel seperti Target dan Walmart.
Di tengah sentimen negatif, saham produsen chip dan perusahaan AI menguat, dengan SpaceX melonjak 4,4% setelah terungkap investasi dari Nvidia dan Harvard. Namun, indeks Wall Street seperti Dow Jones turun 0,5%, Nasdaq turun 0,3%, dan S&P 500 turun 0,5%. Ke depan, pelaku pasar akan menilai laporan Home Depot dan data perumahan serta produksi industri AS untuk mengukur langkah The Fed.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.45
Imbal Hasil Obligasi AS Sentuh Level Tertinggi, Harga Minyak Melesat
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.14
Iran dan Oman Lanjutkan Perundingan Selat Hormuz
Berita terkait
IHSG Anjlok 1,53% Balik ke Level 6.267 Terseret Kinerja Saham Ini
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.35
IHSG Dibuka Menguat 0,54% Balik Lagi ke Level 6.200
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.04
Ternyata Ini Penyebab IHSG Melesat 1% Lebih
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 10.21
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45