Ogah Tiru Jepang Pangkas PPN, Menkeu Purbaya Blak-blakan: Nanti Nambah Utang, Lu Pada Ribut!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah Indonesia tidak akan mengikuti langkah Jepang dalam memangkas tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Purbaya menjelaskan bahwa struktur ekonomi Indonesia berbeda dengan Jepang, sehingga penurunan PPN bukan merupakan opsi kebijakan fiskal saat ini.
Penurunan tarif PPN dinilai berisiko memangkas pendapatan negara dan memperlebar defisit APBN, yang berpotensi meningkatkan utang negara. Sebagai alternatif untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah lebih memilih menggunakan instrumen penebalan subsidi dan bantuan sosial daripada menurunkan pajak konsumsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 19.15
Tak Ikuti Langkah Jepang, Purbaya Jelaskan Alasan PPN Belum Turun
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 19.18
Penerimaan Pajak Tumbuh 23,7% Per Juli 2026, Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.32
Purbaya: Pajak Per Juli 2026 Mencapai Rp1.224,3 Triliun
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 18.20
Purbaya sebut pajak Juli tumbuh 23,7 persen, capai Rp1.224,3 triliun
Berita terkait
Membedah Kejanggalan Penerimaan Pajak Semester I 2026
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 13.31
Ini Alasan Purbaya Pede Setoran Pajak Tembus Rp2.908 T di 2027
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.30
Target PPN 2027 Tembus Rp1.126 T, Tanda Daya Beli Warga RI Pulih?
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.30
Purbaya Bakal Tarik Pajak Baru Tahun Depan, tapi Tergantung Ini
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.06