Operasional Tambang BYAN Sempat Tersendat, Force Majeure 3 Anak Usaha Dicabut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyampaikan force majeure pada tiga anak usaha yaitu Tiga Abadi (TA), Tanur Jaya (TJ), dan Fajar Sakti Prima (FSP) pada September 2026. Status ini dicabut pada 23 September 2026 setelah persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian ESDM. Dengan persetujuan tersebut, ketiga entitas kembali dapat melaksanakan operasional pertambangan batu bara serta aktivitas pengangkutan dan penjualan batu bara. Bayan mengharapkan ketiga anak usaha segera kembali beroperasi untuk menghasilkan dampak positif pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.00
Bayan Cabut Status Force Majeur usai RKAB 3 Anak Usaha Direstui ESDM
kumparan · 24 September 2026 pukul 14.30
Bahlil Setujui Revisi RKAB, 3 Anak Usaha Bayan Resources (BYAN) Beroperasi Lagi
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 13.39
Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar
Detik.com · 24 September 2026 pukul 13.35
Kantongi Restu Pemerintah, BYAN Cabut Kondisi Kahar!
Berita terkait
Bayan Force Majeure Gegara RKAB Habis, ESDM Buka Suara
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.00
ESDM Ungkap Alasan Belum Terbitkan Persetujuan RKAB Bayan
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.01
ESDM Tegaskan Revisi RKAB Anak Usaha Bayan Resources Tak Terkait Transaksi Saham
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 20.08
Usai Sahamnya Dibeli Haji Isam, RKAB 3 Anak Usaha BYAN Disetujui 15-20 Juta Ton
kumparan · 21 September 2026 pukul 18.59