Paman Usman Bilang Begini soal Sengketa Ijazah Gibran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman membuka suara terkait sengketa ijazah calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, namun enggan memberikan komentar substansi. Ia menegaskan tidak ingin mengintervensi proses persidangan yang sedang berjalan di MK. "Jangan deh. Saya ini orangnya, ya sudah tahu sendiri lah. Nggak mau mengintervensi dan nggak mau diintervensi oleh siapa pun," ujarnya di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Anwar meminta agar perkara sengketa tersebut diselesaikan sepenuhnya oleh MK. Sebagai mantan hakim MK, ia merasa tidak tepat memberikan pandangan terhadap perkara yang sedang diperiksa. "Mohon maaf, no comment kalau itu. Biarkan saja mereka yang menyelesaikan. Saya kan sudah di luar," katanya.
Sementara itu, sengketa dokumen pendidikan Gibran masih berjalan di MK. Para pemoham mempertanyakan pemenuhan syarat pendidikan Gibran saat mencalonkan diri sebagai cawapres pada Pilpres 2024. Mereka meminta MK menyatakan diskualifikasi Gibran karena tidak memenuhi syarat sesuai Pasal 169 huruf r UU Pemilu dan membatalkan pelantikannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 19.23
Ditanya jazah Gibran Digugat di MK, Anwar Usman: Saya Enggak Mau Intervensi
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 16.13
Profil Anwar Usman, Paman Gibran yang Dilantik Jadi Wantimpres
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 13.49
Kemendikdasmen Beber Kronologi Penerbitan Surat Penyetaraan SMA Gibran
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.28
Sidang: Tak Ada Arsip Pendidikan Gibran di KBRI Singapura dan Australia
Berita terkait
Relawan Jokowi: Kasus Ijazah Gibran Adalah Upaya Cari Muka Berdasar Pesanan dari yang Punya Dendam
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 11.43
Hakim Pusing soal Dokumen Pendidikan Gibran: Mungkin Harus Istikharah Dulu
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 03.00
Tak Ada Ijazah? Denny Indrayana Bilang Dokumen Pendidikan Gibran Hanya Suket Penyetaraan
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 13.25
PSI: Mas Gibran seperti Berjalan Sendiri di Kegelapan Tanpa Pembelaan dari Kabinet Prabowo
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 13.15