PDIP Sentil KPK Soal OTT HGB Bogor, 'Rp106 Miliar Cuma Level Dirjen?'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, mengkritik KPK terkait penanganan kasus korupsi Hak Guna Bangunan (HGB) di Bogor. Guntur mempertanyakan mengapa OTT dengan nilai sitaan rekor Rp106 miliar hanya menjerat pejabat level Direktur Jenderal, sementara menteri terkait belum tersentuh hukum.
Guntur menyoroti temuan aset fantastis di kediaman Arif Sugiyanto, yang disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid. Ia mendesak KPK agar transparan dan tidak hanya menempatkan tokoh elite sebagai pihak terkait, guna menghindari kesan adanya upaya penyelamatan aktor intelektual di balik kasus tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 11.40
Presdir Kena OTT KPK, Summarecon (SMRA) Buka Suara
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 10.16
KPK Singgung Struktur Bayangan di Kementerian Nusron Wahid, Istana Tak Ikut Campur
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 21.16
Uang Rp300 Juta Jadi Gerbang Masuk OTT Pejabat Kementerian ATR/BPN
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.40
Barang Bukti Rp106,3 Miliar Kasus HGB Bogor Terbesar Sepanjang Sejarah KPK
Berita terkait
Yang Sudah Diketahui soal OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN
kumparan · 15 September 2026 pukul 08.30
KPK Sebut OTT Pejabat ATR/BPN Berkaitan dengan Pengurusan HGB di Bogor
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 23.52
KPK Geledah ATR/BPN Usai OTT Rp106,3 Miliar di Kasus Suap HGB Summarecon
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 16.10
Ditanya BEI soal Bos Terjaring OTT KPK, Summarecon Agung (SMRA) Belum Bisa Beri Penjelasan
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 20.32