Penduduk Jepang Terus Menyusut, Tembus Level Terendah dalam 42 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306116/original/012614700_1754375826-6.jpg)
Penduduk Jepang turun 917.000 orang pada 2025 menjadi 119.736.483 jiwa, penurunan tahunan terbesar sejak pencatatan resmi dimulai tahun 1968. Jumlah warga negara Jepang pertama kali turun di bawah 120 juta dalam 42 tahun terakhir. Penyebab utama adalah penuaan populasi dan rendahnya angka kelahiran. Pemerintah mencatat sekitar 670.000 kelahiran berbanding sekitar 1,6 juta kematian sepanjang 2025. Sementara itu, populasi warga asing dengan izin tinggal justru naik 354.000 menjadi 4.031.159 jiwa, sehingga total populasi Jepang termasuk asing mencapai 123.767.642 jiwa.
Di sisi keuangan, Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan di 1% dengan voting 8 banding 1. BOJ memperkirakan inflasi inti akan melampaui target 2% mulai paruh kedua tahun fiskal 2026, didorong kenaikan upah, harga minyak mentah, dan pelemahan yen. Pemerintah Jepang dilaporkan melakukan intervensi di pasar valuta asing hingga yen menguat dari 163 ke 157,96 per dolar AS. Spekulasi kenaikan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi pasar juga menguat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 18.09
Gas Pol, Rupiah Ditutup Menguat Terhadap USD, Bakal Berlanjut Pekan Depan?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.25
Perang Trump Hantam Amerika, Ekonomi AS Cuma Tumbuh 1,5%
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 11.48
BI Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.08
BI Ingatkan Risiko Global Belum Reda, Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Berita terkait
Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga Acuan 1%
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.44
Rupiah menguat seiring data PPI AS lebih rendah dari perkiraan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 09.26
Rupiah Berbalik Menguat Tipis Sore Ini, Dolar AS Parkir di Rp17.860
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.06
Harga Emas Antam Kamis 13 Agustus 2026 Naik Rp 20.000, Buyback Lebih Tinggi
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 09.20