Pengamat Bantah AMPB Dibeli DPR, Sebut Ada Alasan Politik di Balik Pembatalan Demo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aliansi Masyarakak Pati Bersatu (AMPB) mengakhiri aksi demonstrasi di Jakarta setelah bertemu pimpinan DPR RI. Pengamat politik Karel Susetyo menilai keputusan ini bukan karena pembelian oleh DPR, melainkan kehati-hatian politik. AMPB awalnya membatasi tuntutan soal RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Di Jakarta, banyak pembonceng gelap masuk aksi, termasuk pengemudi ojek online dan mahasiswa. Botok khawatir aksi berkembang menjadi kerusuhan nasional dan memilih dialog untuk menjaga tuntutan tetap terfokus serta menghindari risiko hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 16.54
DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 15.45
Massa AMPB Bubarkan Diri Seusai Temui DPR
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.19
Terungkap, Ini Alasan Puan Absen Rapat Paripurna Ketika Bahas RUU Perampasan Aset
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.07
Seusai dapat Hasil Soal RUU Perampasan Aset, Massa AMPB Membubarkan Diri
Berita terkait
Tak Ditandatangani Puan, Ini Isi Lengkap Surat Komitmen DPR soal RUU Perampasan Aset
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 07.15
Puan Janji RUU Perampasan Aset Kelar 15 Desember, tapi Ada Hal yang Kurang di Surat Pernyataan
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 06.15
Puan Ungkap Alasan Tak Temui Massa AMPB: Saya Tadi...
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.05
Akhir Tahun, AMPB Ancam Unjuk Rasa Lagi di Gedung DPR Bila RUU Perampasan Aset Tak Disahkan
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 13.43