Pengusaha Ragu soal Kesepakatan AS-Iran, Kapal Lewat Selat Hormuz Makin Sepi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis hingga hampir setinggi level terendah dalam tiga bulan terakhir, dengan rata-rata hanya 13 kapal per hari dibandingkan rata-rata 130 kapal sebelum konflik. Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian para pengusaha terkait kesepakatan pembukaan jalur antara AS dan Iran. Pejabat keamanan nasional Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa jalur tidak akan dibuka sepenuhnya hingga AS menyetujui tuntutan Teheran, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent berjanji kesepakatan akan segera tercapai. Namun hingga kini tidak ada kesepakatan konkret yang disepakati kedua belah pihak.
Ketidakpercayaan ini membuat banyak importir minyak dan pelaku logistik enggan mengirim kapal melintasi Selat Hormuz. Akibatnya, volume ekspor minyak dari wilayah Teluk juga turun signifikan. Sebelum perang, rata-rata ekspor mencapai 20 juta barel per hari melalui jalur ini, namun kini hanya sekitar 15 juta barel per hari jika termasuk jalur pipa.
Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan optimis dengan situasi saat ini. Ia meyakini ekspor minyak melalui Selat Hormuz mencapai 9 juta barel per hari, didukung oleh pengawalan militer AS. Menurutnya, banyak kapal masih melintasi jalur secara diam-diam, sehingga aktivitas sebenarnya lebih tinggi dari yang terlihat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.22
AS Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Iran Pekan Depan, Lebih Keras dari Sebelumnya
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 09.00
AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 22.31
Militer Iran Tolak Klaim AS soal Kapal-kapal Bisa Melintasi Selat Hormuz secara Normal
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 21.10
Respons Klaim Trump, Iran Beri Jawaban Terbaru soal Selat Hormuz
Berita terkait
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Iran Tegaskan Belum Mau Lanjut Negosiasi dengan AS, Gencatan Senjata 60 Hari Tak Ada
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 18.30