Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengusaha Ragu soal Kesepakatan AS-Iran, Kapal Lewat Selat Hormuz Makin Sepi

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis hingga hampir setinggi level terendah dalam tiga bulan terakhir, dengan rata-rata hanya 13 kapal per hari dibandingkan rata-rata 130 kapal sebelum konflik. Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian para pengusaha terkait kesepakatan pembukaan jalur antara AS dan Iran. Pejabat keamanan nasional Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa jalur tidak akan dibuka sepenuhnya hingga AS menyetujui tuntutan Teheran, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent berjanji kesepakatan akan segera tercapai. Namun hingga kini tidak ada kesepakatan konkret yang disepakati kedua belah pihak.

Ketidakpercayaan ini membuat banyak importir minyak dan pelaku logistik enggan mengirim kapal melintasi Selat Hormuz. Akibatnya, volume ekspor minyak dari wilayah Teluk juga turun signifikan. Sebelum perang, rata-rata ekspor mencapai 20 juta barel per hari melalui jalur ini, namun kini hanya sekitar 15 juta barel per hari jika termasuk jalur pipa.

Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan optimis dengan situasi saat ini. Ia meyakini ekspor minyak melalui Selat Hormuz mencapai 9 juta barel per hari, didukung oleh pengawalan militer AS. Menurutnya, banyak kapal masih melintasi jalur secara diam-diam, sehingga aktivitas sebenarnya lebih tinggi dari yang terlihat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait