Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Ingin Biaya Haji Turun, Geopolitik Timur Tengah Justru Bikin BPIH 2027 Berpotensi Naik

Presiden Prabowo Subianto menginginkan penurunan biaya haji, namun geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga avtur berpotensi menyebabkan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyampaikan kemungkinan kenaikan biaya ini setelah bertemu dengan Prabowo di Istana Kepresidenan pada 28 September 2026. Pemerintah belum menetapkan angka akhir BPIH 2027, dengan usulan rata-rata Rp107.340.172,02 per jemaah, lebih tinggi dari BPIH 2026 sebesar Rp87.409.365. Komponen penerbangan naik dari Rp32 juta ke Rp40,53 juta, dipengaruhi harga avtur, pelemahan rupiah, dan ketegangan di Timur Tengah.

Pemerintah masih membahas solusi untuk menekan biaya, termasuk negosiasi dengan maskapai alternatif dan pencarian efisiensi. Gus Irfan meminta arahan dari Prabowo agar kenaikan biaya tidak berdampak signifikan pada beban jemaah. Komponen hotel dan makanan sudah disepakati, sementara biaya penerbangan masih dalam pembahasan intensif bersama Panitia Kerja DPR RI. Pemerintah berupaya menyeimbangkan kebutuhan penyelenggaraan haji dengan kemampuan keuangan jemaah, sebelum angka final ditetapkan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait