Reshuffle Kabinet, Ekonom Ungkap Tantangan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9363139/original/006017100_1790841567-bahlil3.jpg)
Reshuffle Kabinet Merah Putih menetapkan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, serta Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ekonom BCA David Sumual menilai pembentukan posisi Menko baru ini krusial untuk mempercepat transisi ke energi hijau mengingat cadangan energi fosil Indonesia yang terus menurun.
Fokus pada energi hijau diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi asing yang kini mengutamakan standar lingkungan. Selain itu, penguatan koordinasi antara Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan menjadi poin penting untuk sinkronisasi kebijakan. Efektivitas kinerja para pejabat baru ini diperkirakan baru dapat dinilai setelah masa kerja 100 hari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.12
Bahlil & Sarmuji: Hilirisasi dan Transisi Energi Menuju Negara Industri
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.52
Rangkap Jabatan Bahlil Disorot, Dinilai Bisa Hambat Eksekusi Hilirisasi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 18.49
Bahlil soal Rangkap Jabatan: Transisi Energi dan Hilirisasi Tak Bisa Parsial
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.33
Bahlil Pegang Dua Jabatan Sekaligus, DPR Titip Pesan soal Energi
Berita terkait
Bahlil Diangkat Jadi Menko, Geo Dipa Punya Harapan Baru Percepat Transisi Energi
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.00
Alasan Prabowo Bentuk Jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 22.10
Bahlil Bongkar Alasan Prabowo Bentuk Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Ada Geopolitik Dunia
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.29
Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.15