The Fed Diproyeksikan Kerek Suku Bunga Acuan Sekali Lagi pada Triwulan IV
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia memproyeksikan The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi pada Q4 2026. Pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75-4,00 persen. Kenaikan ini memperkuat dolar AS, terlihat dari indeks DXY mencapai 101,11 dan indeks dolar Asia 96,26. Penguatan dolar menyebabkan aliran modal kembali ke negara maju, terutama AS, dari negara berkembang. Inflasi global mencapai 4,6 persen, dipengaruhi oleh harga komoditas energi yang naik karena konflik di Timur Tengah. Harga minyak per barel mencapai 125,53 USD, jauh di atas rata-rata Agustus 2026 sebesar 90,88 USD. Prospek ekonomi global 2026 menantang, namun diperkirakan membaik pada 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.04
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.02
Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi "Strong Dollar"
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.48
Bank Indonesia: Kenaikan BI-Rate 25 Bps Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 0,1%
Berita terkait
The Fed Bikin Emas Tertekan, Harganya Bisa Jatuh ke Rp 2,38 Juta
Detik.com · 17 September 2026 pukul 11.36
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Simak Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 September 2026
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 13.21
Harga Emas Hari Ini Tergelincir, Investor Antisipasi Kenaikan Kelanjutan Suku Bunga
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 06.45