Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,94 Triliun hingga Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada Agustus 2026, industri pinjaman daring (pindar) atau pinjol di Indonesia mencatat nilai outstanding pembiayaan masyarakat sebesar Rp 106,94 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 22,07 persen secara year on year (yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan data ini dalam konferensi pers RDKB secara daring. Tingkat risiko kredit macet secara agregat, yang diukur dengan Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP90), berada di level 4,73 persen. Di sektor perusahaan pembiayaan, piutang pembiayaan meningkat 1,68 persen yoy menjadi Rp 514,08 triliun, didukung oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 5,4 persen yoy. Kualitas pembiayaan perusahaan pembiayaan tetap terjaga dengan NPF Gross sebesar 3,04 persen dan NPF Net sebesar 0,83 persen, sementara rasio gearing berada aman di 2,04 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 5 Oktober 2026 pukul 16.17
OJK: Nominal Pinjol Masyarakat Melonjak 22 Persen Sentuh Rp 107 Triliun per Agustus 2026
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 16.16
Utang Pinjol Masyarakat Membengkak Capai Rp106,94 Triliun, Kredit Macet Makin Mengkhawatirkan
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.28
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 17.15
Benarkah Utang Pinjol Hangus Otomatis Usai 90 Hari? Ini Penjelasannya
Berita terkait
Mewaspadai Godaan Pinjaman Digital
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 05.15
Utang Pinjol Masyarakat Menggunung, AFPI Putar Otak Guna Cegah Nasabah Gali Lubang Tutup Lubang
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.35
OJK Ungkap Pinjol di Papua Melesat Hingga 85,77%
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 15.30
OJK Bongkar Kondisi Pindar, 16 Pemain Masih TWP90 di Atas 5 Persen
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 14.30