Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump Batalkan Serangan Houthi, Konflik Yaman Memanas di Laut Merah

Presiden AS Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana serangan udara terhadap Houthi di Yaman hanya beberapa menit sebelum pelaksanaan pada Minggu, 20 September 2026, setelah personel militer AS sudah siap dan pesawat tempur telah dimuat amunisi. Keputusan ini datang setelah Trump sempat enggan melancarkan serangan pada 17 September lalu, namun kemudian memerintahkan Pentagon untuk bersiap setelah panggilan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Laporan New York Times mengutip bahwa MBS mendesak Trump untuk bertindak setelah Houthi berhasil merebut wilayah pesisah Yaman di tepi Laut Merah. Di sisi lain, kelompok Houthi menegaskan tidak akan menyerang kapal AS di Laut Merah, dengan pengecualian hanya untuk Arab Saudi, dan menyatakan komitmen untuk tidak menutup Selat Bab el-Mandeb.

Serangan udara Arab Saudi pada Selasa, 22 September 2026, menewaskan enam orang di kota pelabuhan Mokha, Yaman, termasuk dua anak-anak dan seorang perempuan, melukai delapan orang lainnya. Serangan ini terjadi setelah Houthi yang didukung Iran berhasil menguasai sebagian besar garis pantai Laut Merah Yaman dalam beberapa pekam terakhir. Kepala badan pemerintahan Yaman, Rashad al-Alimi, meminta bantuan ke Trump melalui telepon pada 20 September, namun Trump tidak memberikan dukungan militer langsung. Sementara itu, Houthi kini menguasai wilayah strategis di Selat Bab al-Mandeb, memperkuat pengaruh Iran di kawasan Teluk, terutama terhadap jalur distribusi minyak Saudi.

Berbeda dengan klaim Trump yang menyatakan Houthi tidak ingin berperang dengan AS, beberapa laporan menunjukkan Trump menolak permintaan serupa dari MBS minggu sebelumnya. Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warga AS untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke dan melalui kawasan Timur Tengah. Konflik ini semakin intens sejak Juli, dengan Houthi melancarkan serangan terhadap wilayah Saudi dan memblokade kapal Saudi di Laut Merah. Pada hari Minggu, AS memperingatkan bahwa konflik militer di Yaman berpotensi meningkat tajam setelah serangan rudal pertama yang menyasar Riyadh sejak perang dilaporkan, dengan ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi dan tangki bahan bakar Aramco terbakar akibat serangan yang diduga ditujukan ke bandara Riyadh.

Menurut tiap media