Trump Batalkan Serangan Houthi, Konflik Yaman Memanas di Laut Merah
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Presiden AS Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana serangan udara terhadap Houthi di Yaman hanya beberapa menit sebelum pelaksanaan pada Minggu, 20 September 2026, setelah personel militer AS sudah siap dan pesawat tempur telah dimuat amunisi. Keputusan ini datang setelah Trump sempat enggan melancarkan serangan pada 17 September lalu, namun kemudian memerintahkan Pentagon untuk bersiap setelah panggilan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Laporan New York Times mengutip bahwa MBS mendesak Trump untuk bertindak setelah Houthi berhasil merebut wilayah pesisah Yaman di tepi Laut Merah. Di sisi lain, kelompok Houthi menegaskan tidak akan menyerang kapal AS di Laut Merah, dengan pengecualian hanya untuk Arab Saudi, dan menyatakan komitmen untuk tidak menutup Selat Bab el-Mandeb.
Serangan udara Arab Saudi pada Selasa, 22 September 2026, menewaskan enam orang di kota pelabuhan Mokha, Yaman, termasuk dua anak-anak dan seorang perempuan, melukai delapan orang lainnya. Serangan ini terjadi setelah Houthi yang didukung Iran berhasil menguasai sebagian besar garis pantai Laut Merah Yaman dalam beberapa pekam terakhir. Kepala badan pemerintahan Yaman, Rashad al-Alimi, meminta bantuan ke Trump melalui telepon pada 20 September, namun Trump tidak memberikan dukungan militer langsung. Sementara itu, Houthi kini menguasai wilayah strategis di Selat Bab al-Mandeb, memperkuat pengaruh Iran di kawasan Teluk, terutama terhadap jalur distribusi minyak Saudi.
Berbeda dengan klaim Trump yang menyatakan Houthi tidak ingin berperang dengan AS, beberapa laporan menunjukkan Trump menolak permintaan serupa dari MBS minggu sebelumnya. Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warga AS untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke dan melalui kawasan Timur Tengah. Konflik ini semakin intens sejak Juli, dengan Houthi melancarkan serangan terhadap wilayah Saudi dan memblokade kapal Saudi di Laut Merah. Pada hari Minggu, AS memperingatkan bahwa konflik militer di Yaman berpotensi meningkat tajam setelah serangan rudal pertama yang menyasar Riyadh sejak perang dilaporkan, dengan ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi dan tangki bahan bakar Aramco terbakar akibat serangan yang diduga ditujukan ke bandara Riyadh.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Trump Klaim Houthi Sepakat Tak Akan Serang AS di Tengah Gempuran ke Saudi
21 September 2026 pukul 04.00 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Houthi Warning Negara-negara Lain: Jangan Gabung Arab Saudi dalam Perang Saudara Yaman!
21 September 2026 pukul 09.41 · Baca aslinya ↗
Houthi: Front Kedua Iran
21 September 2026 pukul 13.18 · Baca aslinya ↗
Arab Saudi Ngamuk, Bombardir Mokha Yaman, 6 Orang Tewas
22 September 2026 pukul 10.01 · Baca aslinya ↗
Trump Tak Bantu Saudi, Houthi Janji Tak Akan Serang Kapal AS
22 September 2026 pukul 12.15 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Houthi Dibeking Iran, Pemimpin Yaman Colek Trump
22 September 2026 pukul 10.58 · Baca aslinya ↗
Trump Ternyata Berencana Serang Houthi, Tapi Batal di Menit-menit Akhir
22 September 2026 pukul 13.57 · Baca aslinya ↗