Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Belum Reda Kasus Nakes Nirempati, Postingan 'BPJS Cuma 1%' Bikin Murka

Polemik komentar nirempati tenaga kesehatan (nakes) belum usai reda, kini beralih ke isu iuran BPJS Kesehatan. Akun Nakesindo di Threads membandingkan potongan gaji sebesar 1% (Rp 50.000 dari gaji Rp 5 juta) dengan biaya makan di kafe, lalu menyebutkan bahwa iuran tersebut justru bisa menanggung biaya pengobatan seperti cuci darah. Akun tersebut juga menegaskan bahwa semua peserta BPJS, termasuk pejabat dan TNI-Polri, harus mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku.

Unggahan ini menuai kemarahan warganet yang menilai nada postingan terlalu meremehkan peserta BPJS yang membayar iuran melalui pemotongan gaji. Banyak warganet mengingatkan agar diskusi soal BPJS tidak membenturkan tenaga kesehatan dengan pasien, terutama di tengah kasus komentar nirempati sejumlah nakes sebelumnya. Beberapa kritik juga menyoroti bahwa perhitungan iuran BPJS tidak bisa hanya dilihat dari persentase potongan gaji, karena sistemnya menggunakan mekanisme subsidi silang.

Beberapa warganet menyampaikan pengalaman mereka terkait kesulitan mengakses layanan BPJS, seperti antrean panjang dan prosedur rujukan yang rumit. Mereka menekankan pentingnya pemilihan kata dan cara menyampaikan kritik agar tidak memicu konflik horizontal antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Isu pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian publik, sehingga diskusi perlu dilakukan dengan bijak dan konstruktif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait