BSSN Sebut Ramai Data Beredar di Internet Bukan Kebocoran Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan data pribadi yang beredar di internet pada Oktober 2023 tidak berasal dari kebocoran baru. Analisis awal BSSN mengungkap bahwa data tersebut merupakan gabungan informasi terbuka dan data kebocoran sebelumnya yang dikumpulkan ulang dan diedarkan kembali oleh pihak tertentu. Deputi BSSN Sulistyo menegaskan bahwa meskipun data lama, penindakan tetap dilakukan karena data yang pernah bocor berpotensi disalahgunakan bila diperjualbelikan kembali. BSSN berkoordinasi dengan Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta aparat hukum untuk menelusuri sumber penyebaran. Sementara itu, Komdigi juga menindaklanjuti dengan memblokir situs yang memperjualbelikan data pribadi. BSSN meminta masyarakat tidak menyebarkan tangkapan layar atau data pribadi orang lain, serta mengubah kata sandi dan mengaktifkan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan keamanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 17.46
Heboh Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor, Komdigi-BSSN Usut Jual Beli Data Ilegal
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 10.57
Data Pribadi Meutya Hafid Dijual Rp2.000 di Telegram, Komdigi Buru Pelaku
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 06.46
Heboh Data Menteri Diumbar di Medsos, Komdigi Bilang Kebocoran Lama
Berita terkait
Kebocoran Data Lama Kembali Beredar, Komdigi Investigasi Pengedar Data Pribadi Ilegal
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 16.01
Kemkomdigi Investigasi Dugaan Kebocoran dan Jual Beli Data Pribadi
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 22.00
Komdigi Usut Jual Beli Data Pribadi, Polri dan BSSN Dilibatkan
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 18.00
Kebocoran Data Lama Kembali Beredar, Komdigi Investigasi Pengedar Data Pribadi Ilegal
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.15