30 Kontainer Beras Ilegal Masuk RI, Suahasil: Nodai Swasembada Pangan!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktorat Jenderat Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil mengamankan 30 kontainer berisi beras dan garam ilegal yang masuk ke Indonesia. Pengamanan ini dilakukan pada periode Agustus-September 2026 di empat lokasi: Perairan Selat Malaka, Pelabuhan Tanjung Perak, Kawasan Berikuat Bogor, dan Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, sekitar 1.435 bale pakaian bekas juga disita dalam operasi yang sama.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengapresiasi kinerja DJBC dan menyatakan bahwa impor beras ilegal menodai upaya pemerintah menuju swasembada pangan. Menurutnya, para petani telah berusaha meningkatkan produktivitas panen padi, namun beras impor ilegal justru merugikan petani dan konsumen karena tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitas dan pengolahannya.
Suahasil menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap barang masuk, terutama karena Indonesia merupakan pasar yang sangat besar dan menarik bagi para pengusaha global. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus terus melindungi pasar domestik agar kepentingan masyarakat dan petani dapat terjaga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 15.40
Menkeu Suahasil: Bea Cukai Tindak Impor Ilegal Beras, Garam, & Pakaian Bekas
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 16.27
Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai ke Istana, Bahas Apa?
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.01
Dirjen Bea Cukai Merapat ke Istana
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 14.22
Bea Cukai Tindak Impor Ilegal Beras, Garam dan Pakaian Bekas Senilai Rp 27,3 Miliar
Berita terkait
Amran Ungkap Dampak Horor Beras Impor Selundupan Masuk RI
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 14.35
30 Kontainer Beras Impor Ilegal Masuk RI, Amran: Sangat Keterlaluan!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 13.07
Suahasil Geram Balpres Pakaian Bekas: Tukang Jahit RI Paling Rugi!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.30
Penyelundupan Beras & Garam Ilegal Terungkap, Begini Modusnya
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 14.04