Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Amerika Serikat Minta UEA Tekan Ekonomi Iran

Amerika Serikat mendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal pada 20 Agustus. Otoritas AS khawatir strategi Washington dapat berdampak negatif pada sektor ekonomi negara-negara Teluk yang bergantung pada pariwisata dan perdagangan. Pada 18 Agustus, Direktur Komunikasi Strategis Kementerian Luar Negeri UEA, Afra Al Hameli, menyatakan bahwa UEA telah menghentikan aktivitas perdagangan dan keuangan dengan Iran. Beberapa pejabat UAE ingin mempertahankan jalur komunikasi dengan Teheran untuk keperluan diplomasi jika operasi AS tidak berhasil.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan sanksi ekonomi besar terhadap Iran, termasuk pembekuan aset dan larangan transaksi dengan pejabat Iran. Pada 19 Agustus, Trump menyebut sanksi ini sebagai "operasi ekonomi paling menghancurkan" dan memperingatkan negara lain yang membantu Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat. Sanksi ini mencakup larangan bagi warga AS melakukan transaksi dengan dua pejabat Iran, Tomoko Akane dan Abdoulaye Seye.

Ketegangan ini bertambah setelah insiden di Laut Hormuz dan serangan rudal terhadap fasilitas kilang minyak di Fujairah. Kemenlu UEA melarang warga negaranya bepergian ke Iran, Libanon, dan Irak. Pasar global menunggu pembukaan kembali Selat Hormuz setelah kesepakatan perdamaian sementara antara Iran dan AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait