Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Anak Sulit Dapat KIP Kuliah karena Desil, Istri Nelayan di Sumut Ngadu ke BPS

Seorang ibu rumah tangga bernama Siti Wardah (53) dari Medan, Sumatera Utara, mencari bantuan ke Badan Pusat Statistik (BPS) karena status Desil 6-nya yang menghalangi anaknya, Rahma Umairah Lubis (19), mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Rahma ingin kuliah di Medan, namun biaya UKT di kampus yang dituju mencapai Rp 5 juta. Keluarga Siti dianggap termasuk kelas menengah meski secara ekonomi kesulitan, sehingga tidak termasuk dalam kategori penerima bantuan sosial. Siti dan keluarganya belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah selama dua tahun terakhir, meskipun pernah dilakukan sensus oleh petugas BPS. Untuk memungkinkan anaknya kuliah, Siti berusaha menurunkan kategori Desilnya melalui proses verifikasi di BPS.

Warga lain seperti Siska (56), ibu rumah tangga yang berjualan makanan, juga datang ke BPS untuk menurunkan Desil 5 agar anaknya bisa mendapatkan beasiswa KIP Kuliah. Suami Siska sudah dua tahun tidak bekerja karena sakit, dan meskipun anaknya pernah mendapatkan beasiswa saat SMA, kali ini tidak ada informasi mengenai bantuan tersebut saat mendaftar ke jenjang perkuliaahan. Karena kesulitannya, Siska juga meminta bantuan ke Wali Kota Medan.

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, menyatakan bahwa pihaknya sedang memproses pemutakhiran DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) untuk warga yang anaknya akan berkuliah. Proses ini memerlukan dokumen seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang ditandatangani oleh lurah atau kepala desa. Hingga kini, terdapat sekitar 6.000 warga yang telah mendaftar, namun hanya sebagian yang telah menyelesaikan persyaratan. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui media sosial atau langsung ke kantor BPS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait