Anggota DPR Ingatkan Penyidikan Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Harus Menyeluruh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi III DPR RI Yulius Setiarto meminta penyelidikan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara transparan dan objektif. Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada 27 April 2026 menyebabkan 16 orang tewuh dan 107 orang luka. Seluruh korban tewuh merupakan penumpang perempuan di gerbong khusus wanita. Polda Metro Jaya telah menetapkan masinis KA sebagai tersangka, namun Yulius menilai penyelidikan harus mencakup faktor sistemik seperti sistem persinyalan, komunikasi, SOP, dan pengambilan keputusan di lapangan. Menurutnya, masinis hanya bekerja di ujung sistem, sehingga penyelidikan tidak boleh berhenti pada keputusan di beberapa detik terakhir. Sistem persinyalan di petak jalur antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur menjadi fokus selanjutnya, sesuai laporan akhir KNKT yang dirilis pada 28 September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 30 September 2026 pukul 23.04
Pimpinan Komisi V: Kesalahan Tragedi Bekasi Timur Tak Bisa Dibebankan ke Masinis
JawaPos · 30 September 2026 pukul 18.35
Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan KRL, DPR Singgung 'Kambing Hitam'
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.35
Menhub Evaluasi Operasional Kereta Api RI Usai Temuan KNKT
Detik.com · 30 September 2026 pukul 16.08
Komisi V DPR Soroti Persinyalan soal Kecelakaan KRL Vs KA Anggrek
Berita terkait
KNKT Ungkap 6 Penyebab Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi Timur
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 23.28
Komisi V DPR Dorong Tenggelamnya Kapal Virgo Diusut Secara Pidana
kumparan · 30 September 2026 pukul 15.15
Kecelakaan Argo Bromo, Menhub Pastikan Rekomendasi KNKT Ditindaklanjuti
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.50
Respons Menhub soal Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.50