Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Siapkan Sanksi Negara Pembeli Minyak Iran, Tiongkok Melawan

Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan sanksi ekonomi bernama Operation Economic Outcast yang mengancam memutus akses sistem keuangan Dolar AS bagi negara atau entitas yang masih berdagang dengan Iran. Sanksi ini diluncurkan untuk mendukung upaya Washington mengakhiri kemunduran militer yang terjadi selama enam bulan terakhir. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa tujuan sanksi adalah mengisolasi Iran secara global, terutama melalui kontrol ekspor minyaknya. Meskipun belum jelas apakah Tiongkok secara langsung akan disanksi, Bessent menegaskan bahwa tidak ada negara yang kebal dari langkah ini. Pembeli terbesar minyak Iran, Tiongkok, menyerap sekitar 80 persen dari total ekspor minyak Iran pada tahun sebelumnya.

Uni Emirat Arab (UEA) merespons dengan cepat dengan membekukan hubungan dagangnya dengan Iran. Di sisi lain, Tiongkok menolak tekanan AS dan mendesak dialog diplomasi. Turki belum memberikan tanggapan resmi. Di sisi Iran, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menyatakan siap melakukan pembalasan melalui operasi militer dan siber terhadap negara yang mendukung sanksi AS. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka, termasuk kemungkinan serangan di Selat Hormuz dan wilayah Iran.

Eskalasi ini terjadi setelah upaya militer AS dan Israel pada awal 2026 gagal membuat Iran menghentikan pengayaan uraniumnya. Konflik ini sempat melibatkan penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan blokade balasan oleh AS, yang membahayakan pasokan energi global. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan akhir perang dengan AS, sementara Donald Trump sempat mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah AS dan mengeancam pengeboman terhadap Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait