Bahas Selat Hormuz dengan Oman, Iran Ngotot Pegang Kendali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran dan Oman mengadakan pembicaraan terbaru mengenai Selat Hormuz, yang berbatasan dengan kedua negara. Iran mengajukan usulan pengaturan sementara untuk membuka kembali selat tersebut, tetapi bersikeras bahwa lalu lintas satu arah harus melintasi perairan Iran dan sebagian dari rute berlawanan juga harus melalui wilayah Iran, yang berarti Teheran menginginkan kendali utama atas aktivitas pelayaran. Oman mengusulkan pembagian kendali yang setara (50/50) dan alternatif rute utara-selatan yang ada saat ini, tetapi Iran menolak tawaran tersebut karena dianggap tidak memenuhi kebutuhan keamanan Iran dan stabilitas jangka panjang kawasan. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa jika Oman menolak usulan Iran, selat dapat tetap ditutup dan Teheran siap menghadapi kemungkinan konflik baru. Selain itu, Iran mengumumkan tidak lagi mengakui Skema Pemisahan Lalu Lintas (TSS) yang ditetapkan Organisasi Maritim Internasional, dengan alasan bahwa skema tersebut sebagian besar berada di perairan Oman, berisiko ranjau, dan telah digantikan oleh rute utara milik Iran dan rute selatan milik Oman. Menurut Iran, langkah ini diambil demi keamanan nasional, bukan intimidasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 11.10
Harga Minyak Turun di Bawah US$90, Ini Penyebabnya
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.20
Harga Minyak Turun ke US$89,45 saat Pasar Pantau Sikon Perang AS-Iran
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 07.45
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 90 Usai Trump Ancam Iran
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 15.45
Harga Minyak Melonjak Setelah AS-Iran Saling Serang
Berita terkait
Rute Pelayaran Selat Hormuz Disepakati Iran-Oman, masih Tergantung AS
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 13.14
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Serangan Kapal di Selat Hormuz Meningkat, Ketegangan AS-Iran Memanas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 08.07
Donald Trump segera Mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 10.40