Bali Darurat Agraria, KPA Sorot Dampak Buruk Pariwisata Massal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Bali dan Forum Peduli Bali mengadakan diskusi publik "Darurat Agraria: Yeh Mata Ring Gumi Bali" di Denpasar pada Rabu (16/9). Kegiatan yang memperingati Hari Tani Nasional dan HUT ke-66 UUPA ini bertujuan mencari solusi atas tingginya potensi konflik pertanahan di Bali.
KPA Bali menyoroti dampak buruk pariwisata massal yang dinilai pro-kapitalis terhadap kondisi agraria. Diskusi yang dihadiri 50 peserta, termasuk petani penyintas konflik, ini bertujuan menyerap masukan warga untuk disuarakan ke tingkat nasional guna mendukung RUU Pengaturan Reforma Agraria agar lebih berpihak pada petani kecil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 20.38
Wamen ATR/BPN: BRAN Harus Bisa Selesaikan Konflik dan Ketimpangan Tanah
Detik.com · 15 September 2026 pukul 19.05
Wamen ATR Kaji Usulan BRAN di RUU Reforma Agraria, Harap Atasi Ketimpangan
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 14.58
Sektor Pariwisata Didorong Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Jaga Kelestarian Budaya
Berita terkait
Soroti Ketimpangan Penguasaan Lahan, Azis Subekti DPR: Perlu Terobosan Melalui RUU Reforma Agraria
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 20.17
Bali Future Lab Alokasikan 0,5% Transaksi Aset Digital untuk Ekonomi Lokal
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 23.11
Urgensi Pembentukan Pengadilan Khusus Agraria Disorot dalam RUU Reforma Agraria
kumparan · 10 September 2026 pukul 20.06
Baleg DPR: RUU Reforma Agraria Atasi Konflik Tanah dan Sejahterakan Petani Gurem
kumparan · 10 September 2026 pukul 13.01