Bareskrim Polri Ungkap Omzet Peredaran Whip-Pink Capai Rp 5 M Per Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bareskrim Polri mengungkap omzet peredaran tabung gas N2O merek Whip-Pink di Jakarta dan Bali mencapai Rp 2-5 miliar per bulan. Dirtipidnarkoba Brigjen Eko Hadi menyebut rata-rata penjualan 100 tabung per hari dengan harga bervariasi, mulai Rp 390 ribu untuk 580 gram hingga Rp 1,75 juta untuk 2.050 gram. Dua tersangka, Andy Hioe dan Jasen Hioe, menjual produk ini ke tempat hiburan malam dan memberikan promo 'Buy 5 Get 1 Free'. Mereka juga menggunakan logo Djakarta Warehouse Project (DWP) XV 2023 secara ilegal, yang kemudian disomasi dan dihapus. Tabung Whip-Pink tidak memenuhi standar BPOM karena tidak memiliki izin sebagai bahan tambahan pangan. Kedua tersangka ditahan di Rutan Bareskrim Polri selama 20 hari sejak 22 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 23.17
Buy 5 Get 1 Free, Modus Peredaran Gas Whip Pink via WhatsApp
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 22.59
Omzet Penjualan Tabung Gas Whip Pink Rp 5 Miliar per Bulan
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 20.25
Bareskrim: Gas N2O Whip Pink Tak Penuhi Standar BPOM
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 14.05
Bareskrim: Whippink Berisi Gas Medis Anestesi Bukan Bahan Pangan
Berita terkait
Bareskrim: Whip-Pink Tak Miliki Kandungan Bahan Pangan dan Standar BPOM
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 18.17
Bareskrim Sebut Whip-Pink Murni Gas Anestesi, Bukan untuk Konsumsi
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 20.15
Bareskrim Ungkap Peredaran Semu Whip-Pink Dikamuflase Bisnis Kuliner
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 19.50
Bareskrim: Awak Kapal MV King Sun Dijanjikan Rp178 Juta Bawa Ketamin
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.54