BPS Bilang 8 Persen, Bank Dunia 64 Persen: Mana Data Kemiskinan Indonesia yang Benar?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perbedaan angka kemiskinan Indonesia antara Bank Dunia (64,2%) dan BPS (8,07%) disebabkan oleh metodologi yang berbeda. Bank Dunia menggunakan standar pengeluaran di bawah 8,3 dolar AS per hari untuk negara berpendapatan menengah atas, sementara BPS menggunakan Garis Kemiskipan Nasional berbasis kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan lokal. Dosen FEB UGM Wisnu Nugroho menjelaskan bahwa akurasi masing-masing lembaga tergantung pada tujuan pengukuran: Bank Dunia membandingkan kesejahteraan dengan negara serupa, sedangkan BPS mengukur kemiskinan dalam konteks nasional. Perbedaan ini memicu diskusi publik tentang mana data yang lebih tepat digunakan untuk analisis kondisi sosial di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.48
BPS: Data DTSEN Harus Mutakhir agar Tepat Sasaran
JawaPos · 11 September 2026 pukul 14.00
Penjelasan BPS soal Angka Kemiskinan Indonesia Jauh Lebih Kecil dari Versi Bank Dunia
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 13.30
Beda Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS, Mana yang Lebih Tepat?
JawaPos · 11 September 2026 pukul 13.00
Angka Kemiskinan Indonesia Jauh Lebih Kecil dari Versi Bank Dunia, Ini Penjelasan BPS
Berita terkait
Data Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Kok Bisa?
Detik.com · 10 September 2026 pukul 20.36
BPS Jelaskan Beda Angka Kemiskinan dengan Laporan Bank Dunia
kumparan · 11 September 2026 pukul 11.31
BPS Ungkap Alasan Data Kemiskinan RI Versi Bank Dunia Melonjak 64%
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.25
BPS dan Bank Dunia menjelaskan perbedaan angka kemiskinan RI
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 21.32