Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Desil Baru: Jangan Sampai Kelas Menengah Dihukum oleh Angka

Polemik desil baru DTSEN menyoroti risiko penggunaan klasifikasi statistik sebagai penentu kebijakan sosial. Pemerintah membutuhkan data terpadu untuk menyalurkan bantuan ke yang berhak dan menghentikan subsidi bagi yang sudah mampu. Namun, masuk desil 9-10 tidak otomatis menandakan kemampuan ekonomi tinggi karena rentang kondisi dalam kelompok tersebut sangat luas. Penilaian harus mempertimbangkan konteks ekonomi keluarga seperti cicilan rumah, pendapatan pasang, atau beban tanggungan. Kesalahan dalam membaca data dapat menyebabkan inclusion error (yang tidak berhak masuk program) atau exclusion error (yang berhak tersingkir). Solusi memerlukan data absolut pengeluaran untuk mengidentifikasi kelompok ekonomi atas, bukan hanya posisi relatif dalam distribusi. Sistem perlu memiliki mekanisme koreksi agar warga dapat mengajukan keberatan jika klasifikasi tidak sesuai. Pemutakhiran data harus berkelanjutan karena kondisi ekonomi manusia berubah cepat. Keberhasilan DTSEN ditentukan bukan dari canggihnya algoritma, tetapi dari keadilan kebijakan yang ditimbulkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait