DLH Tarakan Ungkap Batu Bara Aktif Diduga Ikut Picu Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, diduga tidak hanya disebabkan oleh pembakaran lahan, tetapi juga deposit batu bara aktif yang terdapat di bawah permukaan tanah. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Chaizir Zain, menyatakan bahwa potensi batu bara aktif banyak ditemukan di kawasan Tarakan Timur, termasuk area sekitar Universitas Borneo Tarakan (UBT) hingga jalur Pantai Amal. Menurutnya, batu bara di daerah tersebut dapat terbakar sendiri tanpa perlu adanya pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti minimnya curah hujan dan suhu tinggi yang menyebabkan batu bara melepaskan kalor alami. Ketika kalor ini bertemu dengan angin dan semak belukar kering, asap dan api langsung muncul. Chaizir menambahkan bahwa kualitas batu bara di Tarakan relatif rendah, namun cukup panas untuk memicu kebakaran vegetasi. Untuk pemadaman, DLH menyarankan penutupan pasokan udara menggunakan foam kimia atau penimbunan tanah langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 09.45
DLH Tarakan Sebut Batubara Aktif Turut Picu Karhutla di Kalimantan
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 09.15
Prabowo Perintahkan Pelaku Karhutla Ditindak Tegas, Individu dan Korporasi Tak Luput
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 07.49
BNPB Minta Malaysia-Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 07.30
Karhutla Capai 64.341 Hektare, Polri Tetapkan 72 Tersangka dan Sita 35 Korek Api
Berita terkait
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Tarakan, Dua Pesawat Dialihkan ke Balikpapan
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 20.45
DLH Tarakan Ungkap Batubara Aktif Diduga Ikut Picu Karhutla
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 09.15
Derita Warga Sesak Napas hingga Mata Perih Dampak Kabut Asap di Palembang
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.26
Leonardo DiCaprio Soroti Nasib Orangutan Imbas Karhutla di Kalimantan-Sumatera
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 14.56