Donald Trump Umumkan “D-Day Ekonomi” Terhadap Iran: Sanksi Paling Menghancurkan dalam Sejarah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi besar yang ia sebut 'D-Day Ekonomi' untuk menghancurkan perekonomian Iran. Dalam pernyataannya melalui Truth Social, Trump menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk perang ekonomi dan isolasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Washington bertekad memutus seluruh jalur keuangan dan perdagangan yang mendukung perekonomian Iran, sambil memberikan peringatan keras kepada negara-negara yang membantu Teheran.
Trump juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang memungkinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar. Beberapa target penghentian total meliputi kemampuan militer Iran yang menurutnya telah rusak parah, termasuk angkatan laut dan udara yang hancur, serta pabrik-pabrik militer yang jadi puing.
Dalam penutupannya, Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan mengajak sekutu AS untuk bersatu melawan ancaman dari Teheran. Pernyataannya mencerminkan sikap keras pemerintah AS dalam menghadapi kebijakan luar nuklir Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.06
Harga Minyak Hari Ini Menguat Tersengat Sikap Iran Soal Selat Hormuz
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 20.07
Iran Beri Hadiah Rp536 Juta Per Kepala Tentara AS yang Dibunuh atau Ditangkap
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 13.32
Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
Berita terkait
Trump Pertimbangkan untuk Melenyapkan Seluruh Negara Iran
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 08.31
Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer AS di Iran, Ini Alasannya
VOI · 4 September 2026 pukul 16.00
Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Bungsu Trump: Tipu Muslihat Netanyahu!
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.24
Iran Tegaskan AS Wajib Membayar Ganti Rugi Penuh Dampak Sanksi Sepihak
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 08.00